Kampung Halaman

781

OK! Jadi, karena akhir-akhir ini aku malas banget nulis blog, padahal blog sudah dibikin kece dengan alamat www.ninnarosmina.com, aku harus menemukan motivasi agar kembali rajin menulis blog. Kebetulan aku melihat status teman di IG, yang mempromosikan event ini, #1Minggu1Cerita. Tanpa pikir panjang, jadilah aku mendaftar dengan PDnya. Tapi, begitu aku membaca kalau minggu pertama ini sudah memakai tema, "Kampung Halamanku juga Seru!" tiba-tiba otakku ngeblank lagi selama seminggu kemarin.

Well, bukannya aku enggak tahu ancestor aku aslinya dari mana sih. Hanya saja -lahir, besar, sekolah, menikah, bisa dibilang seumur hidup- aku sudah tinggal di Jakarta. Jadi dengan tema seperti ini, aku jadi dilema. Manakah yang harus aku pilih, Jakarta apa Ciamis? Masalahnya juga, aku pulang kampung itu hanya setahun sekali. Yup, berbarengan dengan event mudik nasional warga Indonesia yaitu lebaran. Lalu, berhubung beberapa tahun terakhir ini Jakarta-Ciamis yang seharusnya hanya ditempuh selama 6 jam perjalanan, tiba-tiba saja menjadi 20 jam, lebaran tahun 2016 kemarin, aku enggak mudik ke sana. Melainkan membelot ke Bandung. Hahahaha...!

Kalau aku cerita tentang Jakarta, enggak sesuai amat yak dengan temanya, kampung halaman. Jelas-jelas Jakarta itu ibu kota negara. Mau cerita tentang Ciamis, well... aku juga enggak tahu-tahu banget, selain kampung almarhumah nenekku di Gunung Asih, Cikoneng, Margaluyu, Ciamis. Yah, tapi aku akan berusaha menceritakannya dengan mengutip dari berbagai macam sumber yang berhasil aku temukan, deh!



Foto di atas bisa dibilang berlokasi di salah satu spot tempat aku, dahulu kala, menghabiskan saat liburan lebaran di kampung. (dok.pribadi)

Sebelumnya, biarkan aku menceritakan tentang Ciamis terlebih dahulu ya. Ehm, ehm....


Kabupaten Ciamis adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa BaratIndonesia. Ibu kotanya adalah Ciamis Kota. Kabupaten ini berada di bagian tenggara Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di utara, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) dan Kota Banjar di timur, Kabupaten Pangandaran dan Samudra Hindia di selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di barat. Kabupaten Ciamis terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Ciamis. Kecamatan Banjar, yang dulunya bagian dari Kabupaten Ciamis, ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 11 Desember 2002 ditetapkan menjadi kota (otonom), yang terpisah dari Kabupaten Ciamis. selain itu bagian Selatan Kabupaten Ciamis mengalami pemekaran pada tanggal 25 Oktober 2012 menjadi Kabupaten Pangandaran yang memiliki 10 Kecamatan. (Sumber : Wikipedia)

Adapun objek wisata yang bisa kita kunjungi selama di Ciamis, yaitu :

  1. Situ Lengkong Panjalu. Sesuai dengan namanya, Situ Lengkong Panjalu merupakan sebuah danau yang terletak di kabupaten Panjalu. Dalam danau ini terdapat sebuah pulau kecil. Konon di sana hidup kelelawar berukuran besar, kalau siang hari bisa terlihat bergelantungan di atas dahan-dahan pohon yang besar. Pulau ini bernama Nusa Larang. Di pulau ini terdapat makam Prabu Borosngora. Namun ada juga yang mengatakan kalau Prabu Borosngora tidak dimakamkan di sini, beliau pergi keluar daerah untuk menyebarkan agama Islam. Entahlah. Asal mula terjadinya Danau ini pun penuh misteri. Karena berdasarkan cerita rakyat sekitarnya, danau ini muncul dari tumpahnya air zamzam ke sebuah cekungan. Air zamzam ini milik Prabu Borosngora, yang didapat dari Sayyidina Ali R.A, ketika beliau sedang belajar di Mekkah. Wow, berarti Sejak jaman kekhalifahan pun, Islam sudah sampai Nusantara ya! (Sumber: http://misterinewsonline.com/?p=787 tanggal 29 Januari 2017)
  2. Situs Karangmulyan atau biasa dikenal dengan Ciung Wanara. Di tempat ini banyak ditemukan situs purbakala dan juga arkeologi dari jaman kerajaan Galuh, yang merupakan cikal bakal dari wilayah Sunda. Objek Wisata ini seluas 25 hektar dan terletak 7 kilometer dari kabupaten Banjar.
  3. Curug tujuh Cibolang. Air terjun ini terletak di kampung Nanggela, desa sandingtaman, kecamatan Panjalu. Sesuai dengan namanya, Curug tujuh Cibolang terdiri dari tujuh air terjun, antara lain Curug satu, curug dua, curug tiga, curug cibolang, curug cimantaja, curug cileutik, dan curug cibuluh. Suasana di sekitar curug yang tenang dan asri sangat cocok bagi traveler yang ingin menenangkan diri.
  4. Mega Wisata Icakan. Di antara semua pariwisata, mungkin tempat Wisata Icakan yang paling banyak mendapat sentuhan modern. Karena di Mega Wisata Icakan ini, terdapat Waterboom dan berbagai macam jenis permainan, seperti flying fox, sepeda air, cinema 3D/4D, dll. Tempat wisata ini juga sangat luas, yaitu 70 hektar. 
  5. Pantai Pangandaran. Dahulu, pantai Pangandaran masih termasuk objek wisata Kabupaten Ciamis. Namun sekarang, Pangandaran menjadi Kabupaten sendiri. Tapi untuk kali ini, biarkan saya masukan ke dalam objek wisata yang wajib kalian kunjungi apabila pergi ke Ciamis. Tentu saja, Pantai Pangandaran merupakan objek Wisata yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat. Bahkan saking ramainya setiap lebaran, menimbulkan kemacetan berpuluh-puluh kilometer, saya nyaris tidak pernah berkunjung ke sana lagi. Mungkin suatu saat, suatu hari, saya bisa main ke sana lagi. Setiap tahun, di pantai ini pasti ada festival layang-layang.
  6. Pantai Batu karas. Tak jauh dari Pantai Pangandara, terdapat pantai lain yang tidak kalah bagusnya, yaitu Pantai Batu karas, dimana ombak di pantai ini cukup besar sehingga dapat dijadikan spot surfing yang menyenangkan. 
  7. Pantai Batu Hiu. Sesuai dengan namanya, di pantai batu hiu terdapat karang yang berbentuk seperti ikan hiu. Pantai batu hiu langsung berhubungan dengan Samudera Hindia, sehingga tidak heran kalau ombak di pantai ini cukup dahsyat, menghantam karang. Namun di pantai ini juga terdapat tempat penangkaran penyu. 
  8. Green Canyon. Yup, sesuai dengan namanya, Green Canyon memang diambil dari nama Grand Canyon yang tersohor di Amerika sana. Green Canyon merupakan sebuah sungai yang diapit oleh tebing-tebing terjal. 

(Sumber artikel : http://travelingyuk.com/wisata-ciamis/13345/ dikutip tanggal 29 Januari 2017)

Nah, itulah sekilas dari objek Wisata sekitaran Ciamis + Pangandaran yang bisa kalian nikmati.

Bisa dibilang, diantara semua objek wisata itu, kebetulan saya sudah mengunjungi semuanya. Tapi itu dulu, ketika saya masih kecil. Hehehe.... Keren-keren kan objek wisatanya. Kebanyakan sih, memang yang basah-basahan gitu ya, serba berbau air (danau, curug, pantai). 
Tapi sebenarnya, di antara semua objek wisata itu, justru kenangan yang enggak akan pernah lekang oleh waktu adalah kampung tempat rumah nenekku berada. 

Rumah nenekku itu, terletak di sebuah gunung, di mana di belakang rumah atau di setiap rumah pasti terdapat balong (kolam) ikan. Jalan-jalan menyusuri sawah, sungai dan jalan setapak di gunung. Udara yang sejuk dan situasi yang tenang. Dulu waktu aku kecil, pasti aku akan bermain Indiana Jones sama saudara sepupu. Bertualang menyusuri sawah dan sungai. Bahkan air terjun kecil yang ada di sungai aja bisa jadi terlihat besar di mata anak-anak. Menyebarangi sungai yang lebarnya paling satu setengah meter, rasanya seperti lima meter lebarnya. Kayu mati yang mengambai di atas sungai terlihat seperti buaya dan hewan-hewan buas lainnya. Teropong butut menjadi alat paling canggih yang kami miliki. 

I love being there... Walaupun sekarang perlahan, kampung ku perlahan mulai berubah. kehidupan masyarakat mulai modern. Namun, untungnya karena gunung, perkembangannya sangat lama. Bahkan kalau aku mau jahat, pengen banget deh bilang. Ih, udah sih, enggak usah modern-modern amat. Ndeso kayak gini menyenangkan, kok! Apalagi kalau hari-hari udah dijejelin sama tetek bengek perkotaan yang bikin stress. Jadi, kita berkunjung ke desa yuk!

Komentar

  1. Ohh asli Ciamis to mbak Nina. Mudiknya membelot wkkwkw. Btw Ciamis banyak juga pantai2 yg bisa dijadikan tempat wisata ya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hallooo, senang banget kalian sudah mampir dan memberikan komentar di sini ^^

Popular

Bali Honeymoon Day1

Reality show korea paling mahal "Let Me In"

Under The Sky