Last Hope Last Chance, Rakhmidianarrafi Nuhwan

Berikut merupakan pemenang ketiga yang aku upload di blog ini. Oiya, sekali lagi, dalam Give Away ini tidak ada pemenang 1,2 dan 3 ya. Hanya urutan publikasi di dalam blog-nya saja :) Selamat membaca, dan semoga terinspirasi. Kali ini, merupakan tulisan dari Rakhmidianarrafi Nuhwan, FB: https://www.facebook.com/RakhmiDelwisheMidi



Violina Dawai. Divonis penyakit - Leukimia - Mematikan. Siapa sih yang mau punya riwayat hidup seperti itu? Jangankan penyakit berat. Penyakit ringan kaya flu aja nyebelinnya minta ampun kan? Nyiksa diri sendiri, Nyusahin orang lain pula. Mana ada yang mau. Tapi nggak ada yang nggak mungkin kan didunia ini. Ketika sang penguasa alam semesta berkata jadi, maka jadilah. No ones know. Just god who knows everthing. Kita tuh ya cuma seorang pemain aja. Yang suatu saat bakal ditarik dari dalam skenario hidup ini.

Terus kalau hal itu terjadi sama diri kita sendiri gimana? Mau meratapi? Percuma. Nggak bakal ada yang berubah kecuali atas kehendak Allah. Tapi Kalau hal itu terjadi sama aku ( Naudzubillahimin dzalik, Amit-amit ya ) Mungkin aku pun bakal melakukan hal yang yang sama seperti Vio. Memanfaatkan sisa-sisa waktuku untuk hal yang baik dan berguna. Mendekatkan diri sama Sang Khalik. Dan tettap berusaha terlihat kuat.

So If I just have 3 more chance for my life, I want to :
1. Lebih dekat dengan Sang pencipta. Sang Khalik, Allah SWT. Kenapa ? Karena aku tau aku bukanlah seorang yang benar-benar suci dari sebuah dosa. Bahkan setiap orang baik seperti ulama atau ustadz pasti pernah melakukan sebuah kesalahan dimata-Nya. Sekecil apapun. Maka dari itu, kalau memang waktuku nggak banyak lagi, aku ingin mendekatkan diri dengan-Nya. Memperbaiki hati ini yang mungkin telah kotor karena perbuatanku. Bodoh memang. Ya tapi itulah manusia. Ketika ia kesulitan mana mungkin dia lupa akan tuhan? Tapi lain lagi ketika ia senang, mana mungkin ia ingat akan tuhan?
2. Membahagiakan orang-orang yang mencintai aku. Mama dan Papa serta keluargaku :*. Merekalah orang pertama yang akan aku rindukan. Nggak ada yang jauh lebih baik dibandingkan mereka. Keluarga kita. Gimana pun juga aku lahir dari keluargaku. Mereka yang tahu betul bagaimana sifatku. Dan kasih sayang mereka? Nggak akan pernah tergantikan. Bagaimana pun juga I love My Family. Dan bagaimanapun juga mereka lah orang-orang yang jauh lebih sakit hatinya ketika aku pergi. Maka itu, aku akan berusaha memberikan kenangan-kenangan indah untuk mereka disaat terakhirku.
Gimana buat someone spesial? Pacar maksudnya? Calon suami masa depan? Orang yang kita cintai? Haruskah aku mencari cinta? Nggak ada waktu buat mencari cinta disaat-saat kritis seperti ini. Merasakan indahnya jatuh cinta bersama orang yang aku cintai. Nggak. Nikmati aja yang ada. Cintailah mereka yang mencintai kamu. Biasakan. Nanti jua timbul sendiri. Tapi jangan mencintai orang yang kamu cintai. Belum tentu mereka cinta kamu. :)
3. Memiliki hubungan yang lebih intens dengan teman-temanku ~ Sahabt-sahabatku. Bagaimana pun peran seorang teman itu penting dalam kehidupan seseorang. Mereka yang bilang aku nggak butuh temen itu salah. Hidup sendiri itu susah. Nggak ada tempat berbagi, Nggak ada mereka yang selalu menasehati kita, Bahkan nggak ada mereka yang suka adu mulut sama kita. Maka itu, aku akan memilih menikmati sisa waktuku untuk berada disamping mereka. Bermain tanpa perlu menyadari waktuku semakin dekat. Itu jauh lebih baik. Dibanding harus menghabiskan waktu sendirian dengan menyadari kepergianku semakin dekat. Bagaimana pun juga bersama-sama jauh lebih baik. Dan aku menghargai sebuah persahabatan. I Love My Friend :)
Mungkin itu hanya secara garis besar. Masih banyak hal yang mungkin akan aku lakukan jika menjadi seorang Vio. Tapi aku berharap tidak ( Untuk menjadi seorang Vio ).

Komentar

Popular

Bali Honeymoon Day1

Selain Cantik, Muslimah pun Butuh Sehat dan Fit

Under The Sky