1st Flight Kuala Lumpur part 2

781
Oke. Pertama-tama, aku akan menceritakan soal kondisi hotel ini. Well, berhubung aku booking dari internet, aku hanya melihat dan membaca dari testimoni yang tertulis. Jadi hotel ini terletak di daerah masjid India, which is sangaaaatttt padat! Masjid ini terletak di belakang Bazar, seperti pasar gitu, hanya saja menjual pakaian dan aksesoris, juga tas. Lumayan menyenangkan dan ramai. Bahkan kesan awal yang aku dapat begitu pertama melihat tempat itu mirip pasar baru. Nama hotel itu Citin MAsjid Jamek. HOtelnya kalau di Jakarta seperti Hotel butik F1 yang ada di Menteng dan CIkini. Kamarnya kecil, hanya seukuran 2x4 meter sepertinya. Bagi yang pernah menginap di hotel F1, pasti tahu deh!
Begitu selesai check in, aku diantar oleh porter yang berbeda dengan yang bawain koper aku. Kalau yang ini sebenarnya manis, tapi brewokan dan memakai sorban ala india. Dia bertanya aku dari mana, aku bilang dari Jakarta, Indonesia. Kalau nggak salah dia sempet ngira aku dari vietnam atau thailand deh! Mungkin karena agak sipit kali ya :D Dia bilang, dia baru saja bekerja di Malaysia, langsung dari India, namanya lupa siapa (ngapain juga diinget-inget). Dan yang anehnya, begitu selesai nganterin, dengan pede dan polos entah tidak tahu malu atau mungkin semua turis tidak ada yang menolaknya sebelumnya, dia meminta kenang-kenangan uang indonesia. Aku kasih aja seribu rupiah (hehehhe) untung masih punya recehan. BUat tip aku kasih RM10, entah kemahalan atau tidak, bodo amat deh!
Begitu masuk, aku nangis.... sediiihhhh.... sendirian.... kalaupun keluar negeri, maunya kan sama suami... sekalian honey moon gituuu.... huhuhuhuhu...
Setelah puas istirahat, capek nangis, bosen dan laper, aku memutuskan untuk pergi keluar, saatnya cari telpon umum buat nelpon tour and travel yang aku booking. Secara pergi sendirian, pertama kali pulak, buta soal malaysia, aku booking paket wisata kuala lumpur selama dua hari. Dan berhubung aku belum bisa onlen dan mau ngontak keluarga di Jakarta, aku pun keluar cari warnet. Jadilah aku muter-muter di sekitar masjid india. Mungkin sebutannya LIttle India. Tempat yang padaaattt.... dan kalau dibilang kumuh, tidak juga, masih bersih sih... dibandingin di Jakarta.
Awalnya aku takut, soalnya orang india semua, badannya gede-gede, item pula, serem, takut diapain gitu. Tapi emang dasar akunya yang ogah mikir panjang, tanpa malu or takut, aku nanya2 ke orang yang lewat di mana public phone. Mereka semua pada bingung. Akhirnya aku tanya public internet, dan akhirnya aku bisa kontak sama orang jakarta juga. Alhamdulillah. berasa seperti hidup dengan tenang kembali karena bisa kontak dengan orang yang kita kenal.
Selesai ngasih khabar, aku tanya-tanya ke cewek india yang jaga warnet dimana public phone, soalnya aku perlu konfirm ke wisata aku kalau aku sudah sampai. Dia malah balik tanya, apakah aku punya mobile phone?
Ya punya laaaaahhhh..., dikiranya orang gunung ga punya apa? eh dia malah tanya provider aku apa. Aku jawab aja My MAxis, karena memang itu yang terjadi, telkomsel disana berubah jadi My Maxis, sehingga aku masih bisa terima sms dan telepon dari Jakarta. Untuk sms okelah, hanya 5000, walaupun pada kenyataannya aku hanya ngisi 25000 di jakarta sehingga hanya bisa 5 kali sms :p. tapi kalo untuk terima telpon, ogah.... roaming bok!
Setelah aku jawab, dia malah nawarin aku pulsa my Maxis RM10. My God, nih cewek ga sabaran amat yak, aku padahal belum jawab banyak loh. Tapi akhirnya aku beli dan aku coba isi. Tapi ga bisa. Akhirnya aku minta refund ke cewek itu dengan perasaan takut diomelin. Tapi pada kenyataannya, sama dia dibalikin. AKu jadi mikir, eh... tampang si boleh judes tepi baek juga, dia ga curangin aku dengan bilang kalau vouchernya sudah di buka. Tapi tanpa ngomong apa=apa, dia balikin aja tuh uang. Alhamdulillah.
Akhirnya aku tanya lagi public phone, kali ini dia jawab dengan benar. Aku harus cari MyDin. Dalam hati... apa lagi nih MyDin. Dia sih nanya aku tahu MyDin apa ga, dan sotoynya aku, aku nya ngangguk-ngangguk dan bilang, "yeah I know.., oke,... oke..." biar ga dikira bego gitu :D
Setelah tanya... yang ketangkep dalam otak cuma nama MyDin aja. dan ga ketemu.... mau tidak mau, nanya lagi deh dimana public phone dan MyDin. Eh... pas aku nanya MyDin, pada tau tuh.
Jadi ternyata MyDin itu supermarket... mirip tiptop gitulah. Murah, Tapi masih gedean TipTop dimana-mana sih! Tapi di Mydin ini, aku sering bolak balik jajan. wkekekekek... serasa dapet penolong gitu, ketemu supermarket.
Public phone juga ada di sana, tapi aku ga bisa nelponnya. bingung sama nomer telponnya. ga nyambung-nyambung. Ih... bego banget sih! Ya sudahlah, daripada bingung, nanti minta orang hotel aja yang nelponin. Sekarang saatnya belanja.
Jadilah aku belanja untuk pertama kalinya di negeri orang, di supermarket, belanja body lotion, semprotan ruangan, air putih, apa lagi ya? pokoknya abis... sekitar 20 ringgit deh. lupa. Setelah belanja, aku cari makan. Sebenarnya agak takut, makan sendirian... takut kenapa-napa gitu. tapi dengan diberanikan, demi perut lapar, setelah ngiderin tempat makannya dua kali, aku mutusin untuk beli di salah satu stand. Dan murah. Kurang dari sepuluh ringgit... kalo ga salah cuma 4 atau 5 ringgit tapi aku uda makan ayam. lumayan laaahhh... alhamdulillah perut kenyang soalnya nasinya ampun-ampunan.
setelah makan dan puas liat-liat sekitar aku balik pukul 4 sore ke hotel dan tidak keluar-keluar lagi sampai besok paginya. Hari pertama gitu... masih males, sendirian pula... (ngeluh aja ya daritadi)

Komentar

Popular

Bali Honeymoon Day1

Selain Cantik, Muslimah pun Butuh Sehat dan Fit

Under The Sky